KoranSumut.id – Deliserdang : Kejeruan Metar Bilad Deli melaksanakan pemotongan 5.000 hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang berlangsung di Pesantren Al Fatih di Desa Paluh Manan, Hamparan Perak, Deliserdang, Sabtu (07/06/2025).
Acara diawali dengan shalawatan dan doa yang dibacakan oleh Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI, YTAM Tengku Muhammad Fauzi.
Dalam kesempat tersebut, ia mengatakan sangat berterima kasih kepada Yayasan Pendidikan Islam Dakwah Al Fatih dan Aliyah Rizq Holdings Pte Ltd yang terus mendukung setiap tahunnya.
“Alhamdulillah ini tahun kelima terselenggaranya qurban di Kejeruan Metar Bilad Deli. Kalau tahun kemarin hewan qurban sebanyak 4.000, tahun ini bertambah jadi 5.000. Semoga semuanya dilancarkan dan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan,” kata Tengku Muhammad Fauzi.
Sementara Seikh Adnan Bagharib, perwakilan Aliyah Rizq Farm Singapura mengatakan qurban ini bentuk kerjasama antara dua negara yakni Indonesia dan Singapura melalui Kejeruan Metar Bilad Deli.
“Semoga berkah dan bermanfaat bagi warga Singapura yang berqurban. Umat dan masyarakat adat Kejeruan Metar Bilad Deli sangat berbahagia karena bisa berbagi kebaikan dalam Islam,” ucapnya.
Di tahun ini, Kejeruan Metar Bilad Deli melaksanakan kurban di tiga provinsi yaitu Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Riau.
Kejeruan Metar Bilad Deli adalah kerajaan yang sudah ada sejak abad ke-17 di tanah Deli wilayah Mabar, Medan Labuhan bersama dengan Kerajaan Deli dan Kerajaan Padang.
Namun karena pergolakan politik pada masa Belanda, Raja Ke-X Kejeruan Metar Bilad Deli menghilang tak ada kabar. Kemudian Teuku Muhammad Fauzi yang tak lain adalah keturunan (zuriat) didaulat menjadi Raja Kejeruan Metar Bilad Deli ke-XI.
Sejak saat itu, Kejeruan Metar Bilad Deli kembali bangkit dengan banyak aktivitas untuk umat dan masyarakat adat seperti sunatan masal, qurban dan lainnya.
Turut hadir tokoh masyarakat Datok Ridha Dharmajaya, perwakilan YBH, Seikh Adnan Bagharib, Datok Sri Mohamad Nor Ashraf Ibni Abu Bakar bersama Datok Sri Rizwan beserta keluarga asal Singapura. Lalu Ketua Yayasan Kejeruan Metar Bilad Deli, Tengku Siti Nurmahani, Muhammad Adami, anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang, Raja Suka Jadi, Tengku Azhari, perwakilan Kedatukan Suka Piring, Datok Zulkifli dan para Datok Perangkat. (Ghiyatuddin)








