KoranSumut.id – BATUBARA : Peninggalan sejarah Melayu Pesisir di Kabupaten Batu Bara mulai dikenang. Jum’at, (19/9/25).
Kali ini, Masyarakat Kuala Indah merasakan hal baru dari simbol sejarah di Desa Kuala Indah bersama PT Inalum.
Sebuah Meriam peninggalan sejarah tidak lagi menjadi tempat pusaka atau barang yang antik semata, namun pemerintah Desa dan PT Inalum melahirkan identitas Kuala Tanjung dengan melestarikan Meriam tersebut.
Tokoh adat sekaligus pemegang budaya Melayu Kuala Indah, Ok Idris, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga terhadap kepedulian Pemerintah dan PT Inalum.
“Kami masyarakat Desa Kuala Indah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemdes Kuala Indah dan PT INALUM yang telah membangun Rumah Meriam ini,” katanya.
“Semoga bermanfaat bagi generasi penerus, menambah pengetahuan tentang nilai perjuangan masa lalu, sekaligus menjadi kebanggaan bersama bahwa Kuala Indah layak menjadi desa wisata.” tambah Ok. Idris.
Bagi masyarakat, Rumah Meriam adalah bukti bahwa sejarah bukan untuk dilupakan, melainkan untuk dirawat.
Kepala Desa Kuala Indah, Matsyah, menegaskan bahwa, langkah ini adalah wujud kolaborasi nyata antara pemerintah desa, perusahaan, dan warga.
“Kami berkomitmen menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya Melayu. Rumah Meriam ini adalah simbol sejarah yang patut dirawat bersama,” ujarnya.
Dengan adanya Rumah Meriam, Pemdes Kuala Indah optimis desa mereka tidak hanya dikenal sebagai desa pesisir biasa, melainkan sebagai desa wisata bersejarah yang mampu menarik minat wisatawan sekaligus menguatkan kearifan lokal.
“Ini tidak lagi menjadi benda yang mati, namun hari ini budaya Melayu kembali bersinar dan dapat dibuktikan dengan peninggalan- peninggalan sejarah,” tutup Ok. Idris. (ded/red)








