KoranSumut.id – BATUBARA : Dua orang tokoh pemuda dari Perwakilan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Batu Bara berhasil meraih Kompetensi sertifikat Nazir Wakaf.
Diantara berasal dari Yayasan Ponpes Pendidikan Jabal Hindi, Fahri Ramzi dan Aidilfitra dari Perwakilan Ponpes Modern Darussalam Guntur Kabupaten Batu Bara.
Kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Nazhir Wakaf ini diselenggarakan Yayasan Darul Waqaf Al-Hadiy bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Badan Wakaf Indonesia (LSP BWI) Pusat yang berlangsung selama 2 hari di Adimulia Hotel Medan. Senin, (31/8/26).
Fahri Ramzi, perwakilan Ponpes Jabal Hindi mengucapkan terimakasih atas dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar yang telah memfasilitasi dalam kegiatan uji kompetensi Nazir Wakaf.
“Alhamdulillah kami dari 66 peserta dinyatakan lulus dalam pelatihan kompetensi nazir Wakaf yang berlangsung dari 25-26 Agustus,” kata Fahri.
“Kami mengucapkan syukur alhamdulillah atas dukungan dari BI pematangsiantar yang telah memfasilitasi pelatihan kami,” sambung Fahri.

Fahri menambahkan, Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi wakaf, dosen dan pendidik, aparatur sipil negara (ASN), pegawai Bank, pengurus yayasan dan lembaga.
Bahkan, ada dari pengurus organisasi, pengasuh pesantren, hingga Badan Kenazhiran Masjid (BKM). Mereka berasal dari sejumlah daerah di Sumatera Utara, Aceh, dan Riau.
Selain itu, Fahri merupakan tokoh pemuda Religius Kabupaten Batu Bara menilai kegiatan yang berlangsung bahwa, kebutuhan terhadap peningkatan kompetensi profesional di bidang perwakafan semakin luas.
“Wakaf tidak lagi hanya menjadi perhatian kalangan tertentu, tetapi mulai mendapat perhatian dari berbagai profesi dan lembaga yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat berbasis wakaf,” sebut Fahri.
Tidak hanya itu, Aidilfitra turut menjelaskan, Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI), Hafiz Gaffar, dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi tersebut.
Dari sambutan Komisioner BWI, Aidilfitra mengulang bahwa, Hafiz Gaffar mengatakan peningkatan kompetensi nazhir merupakan salah satu kebutuhan penting dalam penguatan ekosistem perwakafan nasional.

Selain itu, Hafiz mengatakan perkembangan pengelolaan wakaf menuntut nazhir memiliki kemampuan yang semakin beragam, mulai dari tata kelola kelembagaan, administrasi, pengelolaan aset, pelaporan hingga kemampuan membangun kolaborasi.
“Nazhir adalah salah satu kunci dalam pengelolaan wakaf. Karena itu, semakin baik kompetensi nazhir, semakin besar pula peluang wakaf dikelola secara profesional dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” terang Aidilfitra menjelaskan sambutan Hafiz Gaffar.
Usai penutupan kegiatan, salah seorang perwakilan BI Pematangsiantar, Bapak Ardiansyah Deny Saputra mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti hingga akhir kegiatan.
Ardiansyah berharap, semoga kegiatan yang telah diikuti peserta semoga berkah dan dapat bermanfaat untuk Ummat.
“Semoga kegiatan ini melahirkan keberkahan dan bermanfaat untuk Ummat,” terang Ardiansyah kepada Aidilfitra. (a88)








