ICMC 2026 Dihadiri PT Inalum Terus Perkuat Sektor Mineral Strategis Dunia

KoranSumut.id – BATUBARA : PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat posisi Indonesia di sektor mineral strategis dunia melalui partisipasi aktif pada Indonesia Critical Minerals Conference (ICMC) 2026 yang berlangsung di Jakarta. (12/6/26).

Kehadiran perusahaan pelat merah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong investasi, mempercepat hilirisasi, serta memperluas rantai pasok mineral nasional di tingkat internasional.

Forum internasional yang dihadiri lebih dari 3.500 delegasi dari 45 negara serta 120 pembicara ahli itu menjadi ajang strategis bagi Indonesia untuk mempromosikan potensi industri mineral nasional.

Dalam kesempatan tersebut, INALUM memperkenalkan konsep Green Aluminium sebagai bentuk komitmen menghadirkan industri aluminium yang berdaya saing global sekaligus berorientasi pada keberlanjutan.

Direktur Pengembangan Usaha INALUM, Arief Haendra, menyampaikan bahwa keikutsertaan perusahaan dalam Roundtable Business Discussion membuka ruang pembahasan mengenai peluang investasi dan perdagangan berbagai komoditas mineral serta bahan kimia antara Indonesia, Afrika, dan Amerika Latin.

Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jaringan kerja sama internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral dunia.

Dalam forum tersebut, PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) juga hadir sebagai bagian dari solusi pembangunan ekosistem rantai pasok aluminium nasional yang terintegrasi.

Salah satu capaian yang disoroti adalah telah beroperasinya kilang (refinery) BAI yang disebut sebagai bukti nyata keberhasilan transfer teknologi dan peningkatan kapasitas nasional dalam mendukung program hilirisasi mineral.

Sementara itu, Direktur Keuangan INALUM, Ken Permana, menilai industri aluminium global tengah memasuki babak baru.

Menurutnya, permintaan aluminium diproyeksikan terus meningkat seiring percepatan elektrifikasi, pengembangan energi terbarukan, hingga pesatnya pertumbuhan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang membutuhkan aluminium sebagai material utama.

INALUM juga menegaskan bahwa partisipasi dalam ICMC 2026 bukan sekadar menghadiri forum internasional, tetapi menjadi strategi memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia melalui pengembangan industri mineral bernilai tambah.

Kehadiran perusahaan di forum tersebut diharapkan mampu menarik minat investor serta memperluas kemitraan strategis lintas negara.

Selain memperkuat investasi, keikutsertaan INALUM membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan industri mineral nasional.

Kerja sama internasional dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat, khususnya pada sektor mineral kritis yang menjadi kebutuhan utama industri masa depan.

Melalui agenda tersebut, INALUM menegaskan komitmennya mendukung kebijakan hilirisasi pemerintah dengan memperkuat industri aluminium nasional yang modern, berkelanjutan, dan kompetitif.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia, serta memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam industri mineral strategis dunia. (d87)

Pos terkait